|
writing-2.jpg
|
" Silahkan menuliskan karya puisimu di testimonial atau di comment box"
"Komunitas Seni Puisi
join us at : kedaipuisi@yahoo.com"
More about Kedai Puisi Community
|
-
About Me:
Komunitas Seni Puisi
join us at : kedaipuisi@yahoo.com
-
Who I Want to Meet:
Penikmat, pencinta, pencipta puisi, soneta, pantun, prosa. Silahkan tuliskan karyamu di testimoni atau comment box
|
 |
Featured Sponsor
See results for Kedai Puisi Community
|
by mas arifin brandan, copyright@2009 ~ http://aruscitra.blogspot.com ~ http://aruscitra.blog.friendster.com
kaum revolusioner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu,
nyeruput secangkir teh poci dan gula batu
menerawang indonesia yang kaya rempah
dan hasil bumi, kaya hutan dan sumber energi.
tapi mengapa 40 juta rakyatnya, sejak lama hidup
merana terlunta-lunta: menggelandang di jalanan,
terpaksa berbaris menjadi pengemis,
menadah sedekah atau mengharap derma.
sebagian kaum muda terpaksa menjadi kuli
di kebun sawit milik negeri tetangga, atau tak berdaya
menolak tawaran jadi babu, bahkan juga budak
yang siap dianiaya sewaktu-waktu
(selengkapnya baca di blog aja...)
“ Kumohon sampaikan pesanku padanya”
Angin malam bawa pesanku
Terbang …..
Terombang ambing…….
Menari……
Mengalun……
Dibawa pergi…….
“ Ingin ku ungkap rasaku padamu
Apa dayaku???????????
Kuberbicara dalam kebisuan
Tak bisa berucap
Kumerungu dalam ketulian
Tak bisa terdengar
Kumemandang dalam kebutaan
Tak bisa terlihat
Kumeraba dalam kekosongan
Tak bisa tersentuh
Ku berlari dalam kelumpuhan
Tak bisa terkejar
Tapi satu yang kupunya …..
HATI….
Dengan hatiku…
Ku merasa, melihat, merungu, berjalan, bersuara….
Apa kau tau itu ?????????
Perasaan yang kupendam , ronta diri kusembunyikan……
Tuk bilang ……. Dan nyatakan ……
Agkooo Cinta Padamu……”
Dan kini aku tenang, dapat kukatakan meski tak tersampaikan padanya…….
B A K T I
Menunggu, menanti datangnya dirimu
Menahan sakitnya hatiku
Yang terbuai rindu diruang semu
Kutanya bintang
Akan arti perasaan quw
Jawabnya beribu
Makin merambah pilu sukmaku
Ku berlari mencari artimu
Hingga sesak nafas quw
Tak jua bertemu
Bertambah lara jiwaku
Kupetik sang mawar
Tuk tanyakan tentangmu
Aku tertusuk jawabnya
Menambah perihnya rasaku
Kumenari diujung jurang hidup quw
Tuk hampiri kamu
Tapi aquw terjatuh
Membuka luka lama jiwaku
Ku tertawa dalam tangisku
Tuk rasakan pilunya rinduku
Akan semu rasaku
Tapi ku diiris kesendirianku
knapa saat aku btuh kmuh kmu slalu
Saat ada cinta yang menyapaku,
Dingin..
Angkuh..
Sombong..
Entah apa lagi yang banyak orang katakan,
Dimana akal sehatku,
Kemana pergi'y nuraniku,
Haruskah dia pergi,
Dan berlalu dihadapanku,
Disaat banyak insan tampan memburu,
Aku sangat naif,,
Dia datang dengan wujud yg terbaik,
Dia datang dengan nafas pelangi,
Dia datang hanya untuk memberi kasih,
Dan menangis pergi melihatku tak bergeming ??
Duh, Gusti..
Knapa kau berikan dia terlalu cepat buatku,
Sebelum ku terbebas dari rasa sakit,
Yang slalu merejam kalbu,
Tuk kau gantikan cinta yang dulu..
(bwt : "MK")
kau adalah idola sahabatku..
katanya di ujung sana ada pelangi
bergegas ku kayuh diri
tak ingin indah itu pergi
lalu berondongan amunisi materi sergap aku
bingung bukan kepalang aku berlindung
mana pelangi itu???
mengapa sejauh ini belum juga kutemui
ocehan para ibu kian beringas
apakah mereka juga menanti pelangi itu?
pelangi yang akan sedikit redakan pilu
nyatanya tak juga ditemui
lalu siapa burung yang mengabarkan kedatangannya?
mengapa hanya dusta pemanis kata yang kini ada
aku kian lemah
otakku tak bisa memilah
mana janji yang bisa kupercayai??
lagi-lagi...
rakyat negeri ini tertipu lagi!
tulisan sangat mengartikan seribu makna..
semua tertulis dalam dua kalimat..
tulisan yang sangat menyentuh relung hati..
sehingga membuat hati menjadi terenyuh..
terima kasih cinta..
semua kuberikan hanya untukmu..
semua kuperjuangkan untuk kebahagiaan bersama,
kamu..aku..dia..mereka!
dari sela dari dera dari semua ingatan kala kita tenggelam kata-kata
tertawalah kamu sebab murung tak lagi menyentuh kupu-kupu
.....
....
...
..
.
(puisi ini tak selesai karena air mata kembali berurai)
kamu iringi malam, kamu buat bulan dan bintang kecanduan
kamu lagukan langit, kamu buat laut resah dengan bibir tergigit
kamu dekap cemara, kamu buat awan menyungging senyum pada tangkuban perahu
kamu, ya, kamu
kamu, ya, hanya kamu
yang hidup dengan meminjam nyawa puisi yang kita buat sama-sama kala matahari bersiap terang kembali
kamu hidup sebagai kehidupanku, sebadai laut utara pulau jawa, semegah cinta dewi shinta
dan aku ingin kamu mendengarnya sebelum aku habis tenggelam kata-kata
mlm Qsunyi mnanti sang mimpi
mataQ layu seakan tak mampu
menatap kedzoliman duniawi