|
http://aruscitra.blog.friendster.com ~ http://twitter.com/arifinbrandan
|
"puisi revolusioner: nyeruput teh poci
by mas arifin brandan ~ copyright@2009
::http://aruscitra.blogspot.com ~ fb:..."
More about mas arifin
|
loading...
-
Zodiac Sign:
Gemini
-
About Me:
puisi revolusioner: nyeruput teh poci
by mas arifin brandan ~ copyright@2009
::http://aruscitra.blogspot.com ~ fb: aruscitra@yahoo.com
(1)
kaum revolusioner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu,
nyeruput secangkir teh poci dan gula batu
menerawang indonesia yang kaya rempah
dan hasil bumi, kaya hutan dan sumber energi.
tapi mengapa 40 juta rakyatnya, sejak lama hidup
merana terlunta-lunta: menggelandang di jalanan,
terpaksa berbaris menjadi pengemis,
menadah sedekah atau mengharap derma.
sebagian kaum muda terpaksa menjadi kuli
di kebun sawit milik negeri tetangga, atau tak berdaya
menolak tawaran adi babu, bahkan juga budak
yang siap dianiaya sewaktu-waktu
(2)
kaum revolusioner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu,
nyeruput secangkir teh poci dan gula batu
menerawang indonesia yang sejak proklamasi
menyimpan mimpi membangun sebuah negeri yang
adil makmur sejahtera. tapi mengapa utang negara
makin membelit dan melilit, kekayaan aset negara
digerogoti, hutan belantara ditebangi,
budaya korupsi makin menjadi-jadi, bahkan tangan mungil
kpk diamputasi, keadilan dikebiri dan hukum dikencingi
(3)
kaum revolusiner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu,
neyeruput secangkir teh poci dan gula batu
menerawang indonesia dengan jutaan
petani miskin tanpa lahan garapan karena
sisa lahan kepepet dijual atau beralih fungsi.
sementara jutaan nelayan kita sering gigit jari, karena
cuma mampu menangkapi ikan-ikan kecil sesarapan,
dan kapal pukat asing justru leluasa menyelinap
mengangkuti berton-ton kekayaan ikan laut kita
(4)
kaum revolusioner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu
nyeruput secangkir teh poci dan gula batu
menerawang sejarah revolusi empat lima
yang sejak lama kehilangan denyut nadi bung karno,
bung hatta, bung syahrir, tan malaka, sudirman
dan juga si tambun urip sumoharjo
(5)
kaum revolusioner kongkow
duduk selonjor leyeh-leyeh di bale bambu
nyeruput secangkir teh poci dan gula batu
ayo bung, kita bergandeng tangan.
sulut dan nyalakan kembali obor revolusi
di seantero negeri, peluk erat jiwa rakyat jelata
di desa-desa, bangunkan macan kampus
yang kini cuma sibuk tawuran dan lempar batu.
sulut dan nyalakan kembali obor revolusi di seantero
negeri, giring semua koruptor dan para penghianat
yang telah menjerumuskan bangsa ke jurang nista
dan hina dina
(medio september, dari padepokan sunyi di kaki merapi)
-
Who I Want to Meet:
http://aruscitra.blogspot.com
fb:: aruscitra@yahoo.com
coba renungkan posting box di bawah yang menampilkan slide foto-foto jurnalistik yang memiliki nilai human interest tinggi karya kevin carter, pemenang pulitzer tahun 1994. sebagian karyanya mengambil setting obyek di sudan (afrika), ketika tragedi kelaparan ekstem terjadi di sana. diberitakan bahwa setelah pengambilan foto-foto tragedi kemanusiaan di sudan itu, sang fotografer kevin carter akhirnya mati bunuh diri karena didera depresi berat. tragis hidupnya, setragis karya foto-foto monumentalnya. sebagai bangsa yang beradab, tentunya kita tersentuh. tapi jangan berhenti sampai di situ. karena tragedi kemanusiaan serupa, sangat mungkin akan terulang kembali, esok atau lusa. cobalah renungkan lebih sekasama ekses tragedi akibat fenomena perubahan iklim global (global warming). kerusakan ozon, kebakaran hutan, gelombang laut pasang, gunung es kutub mencair, pusaran bibit badai menjelma menjadi ratusan badai tornado yang dahsyat akan menerjang dan meluluhlantakkan kota, menggelamkan pulau-pulau kecil.
kekacauan iklim yang ekstrem sudah pasti berdampak besar pada siklus kehidupan dan peradaban manusia. kebutuhan logistik primer dan produk pertanian global seperti gandum dan padi menjadi sesuatu yang langka dan akan diperebutkan” oleh banyak negara-negara di dunia. negara maju dengan teknologinya yang canggih, mungkin memberi prioritas tinggi untuk mengantisipasi dampak kekacauan iklim tersebut; tapi tidak dengan negara-negara agraris berkembang di asia, terlebih lagi di benua hitam afrika yang tandus. di kawasan benua asia dan afrika, negara miskin dan negara berkembang, pastilah akan mengalami guncangan hebat dalam tragedi kemanusiaan sebagai dampak krisis pangan yang ekstrem. bila tak segera dintisipasi, tentu sejarah pahit tragedi kemanusiaan di sudan, akan terjadi di banyak negara. anak-anak dan wanita paling rentan dan resisten bila menghadapi tragedi yang mengenaskan itu. dan bangsa ini harus bisa mencegah tragedi kemanusiaan di banyak tempat di dunia seperti yang baru saja dialami oleh warga jalur gaza sebagai akibat perang yang tidak berperikemanusiaan itu. apa yang bisa kita perbuat untuk mereka yang menjadi korban tragedi kemanusiaan akibat kelaparan dan perang. bagaimana wujud kepedulian jiwa pancasila bangsa ini, ketika menyaksikan korban bergelimpangan dan meregang nyawa akibat kelaparan ekstrim dan juga akibat tragedi kekerasan perang seperti yang diderita bangsa palestina di jalur gaza?
perlu digelorakan terus spirit nasionalisme dan patriotisme bangsa ini, terutama kaum mudanya, agar mereka memiliki kepeduliaan tinggi atas berbagai masalah kemanusiaan global yang terjadi akhir-akhir ini. sebagai langkah antisipasi untuk menempa jiwa kaum muda menjadi sukarelawan kemanusiaan, maka negara harus membangun dari sekarang gerakan aksi kemanusiaan guna membantu rakyat miskin sebangsa, yang hidup di desa tertinggal, dan juga tinggal di gubuk-gubuk darurat sepanjang rel kereta di pinggiran kota, atau di sepanjang bantaran kali kumuh. gerakan sosial ini harus difasilitasi negara, karena gerakan ini mencerminkan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan kegotongroyongan.negara harus mampu menggerakkan bangsanya.tidak cukup dengan menghimbau melalui kegiatan sosial yang bersifat parsial.kaum rohaniawan juga harus berpartisipasi dalam mendorong ummatnya melalui gerakan moral-spiritual seperti berderma atau bersedekah. karena budaya global saat ini lebih membentuk gaya hidup masyarakat yang cenderung kapitalistis, materialistis dan hedonistis. kaum rohaniawan harus mampu mengubah orientasi gaya hidup global masyarakat yang tidak produktif ini, menjadi gaya hidup yang berjiwa pancasilais dan mencerminkan semangat sila kemanusiaan yang adil dan beradab. bila gerakan moral-spiritual seperti berderma atau bersedekah ini telah manjadi tradisi baru bangsa ini, maka kesenjangan sosial yang melebar seperti saat ini dapat diatasi dan radikalitas ekstrem dalam agama tidak akan tumbuh subur seperti saat ini. ini dulu catatan refleksi atas keprihatinan sosial sebagai dampak dari perubahan iklim global yang akan menimbulkan ekses tragedi kelaparan dan perang. semoga bumi yang kita diami, menjadi lebih sejuk, nyaman dan damai.(*)
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
mas arifin is in your extended network |
 |
mas arifin |
Featured Sponsor
See results for mas arifin brandan
|
99galleries.com | Send this Image