|
|
adYani
ku mengintai ketenangan di antara kekalutan, ku kutip sisa2 dari segala keruntuhan, ku menghimpun kekuatan ku memohon ketabahan, di rimbun keampunan ku mencari keredhaan... 11/05/2009
|
-
Interested In:
Friends
-
Member Since:
Jan 2006
-
Hometown:
pAsiR putEh....QLate
-
Company:
...ento.Lab i-collection...(", )v
-
adYani's URL:
http://profiles.friendster.com/25717723
-
Other education:
sk kAmiL 2 ~ sMspp ~ kmpp ~ usm
-
What I enjoy doing:
teng0k tv, bebaSikaL, tido n jaLan2 cAri mkn
-
Favorite Books:
x keSah.....pe2 pn boLey...jAnji beSh!
-
Favorite Movies:
p0n x keSah..huhu
-
Favorite Music:
nAsyiD best...;p
-
Favorite TV Shows:
sinchan
-
Zodiac Sign:
Virgo
-
About Me:
wanna be myfwen??
add laa~yanie_naz@hotmail.com~
nothing special about me…juz wanna share something…(“,)v
Bsama2lah kita membaca dan renung bsama artikel ni...
Wanita ibarat bunga... cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara... Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya... kerana akhlak itu umpama bunga diri.. Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlak buruk.. tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu... Ibarat bunga.. ada yang cantik bila dipandang tetapi busuk baunya... Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan... Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar.. tetapi bila dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi nilainya....
Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah... Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang berhemah.. sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.. sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang... dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya...
Aduhai wanita, marilah bangkit semula dan berpegang kepada perundangan Islam yang sangat sempurna bagi tujuan membina peribadimu... peribadi seorang muslimah sejati. Bagi meraih keredhaan yang hakiki... keredhaan Ilahi.
Jagailah dirimu... Jika engkau sendiri yang tidak menjaga dirimu dan tidak memperhiasi dirimu dengan akhlak Islami... siapakah lagi yang akan bertanggungjawab melindungimu dari segala ancaman duniawi yang hanya memperdayakan ini. Ingatlah,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(Ali Imran, (3): 185)
everything has it's beauty...just not everybody can see it...rite??
-
Who I Want to Meet:
4 sure,family 1st!
n any0ne dat i consider frenz esp kwn2 y jauh d perantauan..sobsob!
miz u all!
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
adYani is in your extended network |
 |
adYani |
|
jgn dok cedih2 tau
patah tumboh
ilang berganti
lau teringat dkt die
cpt2 amik air smayang,,smayg sunat 2 takaat,,
byk2 doa dkt Die,,
sb DIE tahu yam mampu utk lalui sume ni
ALLAH x akan membebani hambanya melainkan dgn kemampuan kite
jgn cedih kalau hidup ini amat memenatkan
kerana begitulah hakikat kehidupan
lau ade pape just call out myname
n i would be there....
just to show u how much i care......................
hikhik
hehehe senyum sokmo dehh
tayunk adyanie
mwahhh
=)
Tak terucap kepiluan ini
Titik hitam yang menghijab hati
Hitung dosa saat pergi takkan kembali
Sisa umur tidak undur lagi
Perjalanan dalam kehidupan
Bukan jauh ketentuan datang
Mungkin esok takdir takkan dapat dihalang
Untung nasib di genggaman Tuhan
c/o
Isi alam puspa warna
Bukti Tuhan Maha Kuasa
Ke manakah arah tuju
Hukum Tuhan pasti berlaku
Bukan tempat lalai leka
Di dunia bakti ditempa
Tanam budi luhur murni
Di akhirat tempat abadi
Himpun doa dipohon harapan
Pinta Rahmat petunjuk pimpinan
Ikhtiar usaha moga dengn Nur dari Tuhan
Suluh terang jalan kebahagiaan
Munsyid : Hijjaz
Aku ingin hidup secerah mentari pagi
Yang menyinari di taman hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung
Yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai
Penuh mesra membuahkan ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
Melerai rindu di dalam dada
Sedamai pantai yang memutih
Sebersih titisan embun pagi
Dan ukhuwah ini pasti berputik
Menghiasi taman kasih yang harmoni
Seharum wangian kasturi
Seindah ceria pelangi
Segalanya kan bermula di sini
Munsyid : Firdaus
Oh Tuhanku
Tiada indah di malam yg hening
Melainkan dengan bermunajat kepadamu
Tiada indah suatu hari yg Aku lalui
kecuali dengan patuh kepadamu
Oh Tuhanku
Tiada indah hidup di dunia
melainkan berzikir dan menyebut namamu
Tiada indah tiba di akhirat yang abadi
kecuali dengan kempunan mu
Ya Allah Tuhanku
Yg mengubah kalbu Tetapkanlah
Hatiku Moga sentiasa
Dalam Agamamu
Jua taat akan perintahmu
Tuhan
Usah bebankan kami
Dengan bebanan yang berat
Seperti
Yang pernah kau berikan
kepada umat yang terdahulu Dari kami
Tuhan
Jangan Pikulkan Kami
Yang tidak kami terdaya
Maafkan salah kesilapan
Ampunkanlah Dosa-Dosa
Rahmatilah Kami
Munsyid : Devotees
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara di hatiku melagukan rindu
Kiranya engkau mampu mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terucap
Pasti dirimu kan memahami
Harapan kasih yang terbina
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Bukanlah aku sengaja
Melindungi rasa di jiwa
Namun bimbang diri kan terleka
Hanyut dibuai angan dan mimpi indah
Hingga terabai segala cita
Sedang khayalan tak menjanjikan
Segunung kebahagiaan
Sebagai mahar hantaran
Apakah mungkin engkau mengerti
Setiap cinta yang dilafazkan
Bukanlah sekadar mainan
Tetapi sebuah janji
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara dihatiku melagukan rindu
Kiranya engkau bisa mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terungkap
Pasti dirimu dapat melihat
Rahsia kasih yang terpendam
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Selamanya..
Munsyid : Devotees
Ku mengintai ketenangan di antara kekalutan
Kerana keinginan tidak pernah kesampaian
Ku kutip sisa-sisa dari segala keruntuhan
Bangkit semula meneruskan baki perjalanan
Ku menghimpun kekuatan ku memohon ketabahan
Meredah gelombang hidup dan dugaan mencabar
Ku anggap kegagalan bukan suatu kekalahan
Tapi suatu kejayaan yang masih tertunda
Ku meminta diberikan sejenak kesempatan
Untuk ku ulangi kembali langkah pertama
Keperitan yang ku rasa mengajar erti kesabaran
Menyedarkan ku insan memerlukan Mu Oh Tuhan
Di rimbun keampunan ku mencari keredhaan
Melerai segala kusut dan kecamuk dihati
Ku cari kejernihan di segenap ruang maya
Masih ku sedar ku sedang diperhatikan Mu Oh Tuhan
Munsyid : Hijjaz
Bertali arus dugaan tiba
Menakung sebak airmata
Namun tak pernah pun setitis
Gugur berderai di pipi
Tidak ditempah hidup sengsara
Suratan nasib yang melanda
Menongkah badai bergelora
Diredah bersendirian
Bagaikan camar pulang senja
Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki
Buat yang sedang rindu menanti
Segenggam tabah dipertahankan
Buat bekalan di perjalanan
Kau bebat luka yang berdarah
Kau balut hati yang calar
Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Tak siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup dipalu
Pasti bertemu tenangnya
Munsyid : In-Team
Wahai Tuhan yang Maha Pemurah
Terangilahku dengan Nur Iman-Mu
Hanya Engkau tempat aku berserah
Mohon maghfirah di dalam syahdu
Wahai Tuhan yang Maha Pengasih
Ampunilah segala dosaku
Laksana buih di laut memutih
Hanyut ditelan gelombang nafsu
Hari-hari yang telah aku lalui
Ingin kutinggalkan terus bersemadi
Ingin aku kembali kepada fitrah insani
Tak sanggupku jelajahi rimba duniawi
Bebaskanlah diriku dari dibelenggu
Dosa noda nafsu durjana
Terimalah taubatku Ya Allah
Pimpinlah daku ke jalan redha-Mu
Moga sinar-Mu terangi hidupku
Di dalam kegelapan
Akukan kembali pada-Mu Rabbi
Mengadap-Mu Ya Rabbul Izzati
Segala ketentuanku pasrahkan
Di hujung penghayatan
Munsyid : Far East