-
Interested In:
Friends
-
Member Since:
Apr 2006
-
Hometown:
muntilan, bintaro, puncak km 72, bogor
-
Company:
nunggu SK dulu ah
-
aMRi's URL:
http://profiles.friendster.com/28088260
-
Other education:
tEkA PGRI, EsdE mbelan3, smp mblabak, sma PoNgGgOll, StatiStiC AcaDemy, State CollEge Of aCCounTancY
-
Affiliations:
Moslem
-
What I enjoy doing:
bnyk mkn, bnyk tdur tp g gmuk2 ne
-
Favorite Books:
mulai sekarang harus suka semuanya
-
Favorite Movies:
yang dapat menghibur+bikin ketawa hahahaa
-
Favorite Music:
yang slow2 aj tp kdng2 yg keras jg.....
-
Favorite TV Shows:
sibuk je, jrang nnton tv hehhee
-
Zodiac Sign:
Gemini
-
About Me:
Cinta Dan Waktu
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda
abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut
tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan
karena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di
tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin
naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan.
“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu
serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di
perahuku ini”.
Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali,
namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.
“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.
Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga
ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin
panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti
kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu
lewatlah Kesedihan.
”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta.
”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...” kata
Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan
menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.
”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air
menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu.
”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan temanteman
yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran.
”Sebab” kata orang itu
”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu...”
-
Who I Want to Meet:
all friends yg udh knal maupun yg skrng blm ktemu hehe
add aj di aa_amree@yahoo.com
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
aMRi is in your extended network |
 |
aMRi |
Featured Sponsor
See results for aMRi CiLiCk
|
Hehehe
Krasan bgd dbogor:-)
cie...
about me nya...
so sweet bgt sie mas..
tp intinya apa ya??
hehehe...
cie...
about me nya...
so sweet bgt sie mas..
tp intinya apa ya??
hehehe...
tapi mas tak kasih tau tentang diriQyu juga lom tentu tau,,,
yang penting ni adek kelasmu,,,
he...he...he...
yow nek kapan2 da waktu reunian akbar wae maz,,,
tar kan juga tau,,,
eh emg mz lulus thn brp c???
wah,msh lajang ya maz.bleh ne driku dftar.hehehe...
Makan doank...