Kamu takkan pernah sanggup mendaki sampai ke puncak gunung iman, kecuali dengan satu kata “cinta”. Imanmu hanyalah kumpulan keyakinan semu dan beku tanpa nyawa tanpa gerak, tanpa daya hidup, tanpa daya cipta. Kecuali ketika ruh cinta menyentuhnya. Seketika ia hidup, bergeliat, bergerak tanpa henti, penuh vitalitas, penuh daya cipta, bertarung dan mengalahkan diri sendiri, angkara murka atau syahwat.
Iman itu laut, cintalah ombaknya
Iman itu api, cintalah panasnya
Iman itu angin, cintalah badainya
Iman itu salju, cintalah dinginnya
Iman itu sungai, cintalah arusnya
Seperti itulah cinta bekerja ketika kamu harus memenangkan Allah atas dirimu sendiri, atau memenangkan iman atas syahwat. (Anis Matta)
pa kbr erla?
wah dah jd bu guru, ngajar dmn?
wah...sibuk ngajar terus nich?
He..he..kapan nih mb, mau meritnya?
Januari 2009????
Kmrn jd kut reuni farisi g mb?rame g?
Iman itu laut, cintalah ombaknya
Iman itu api, cintalah panasnya
Iman itu angin, cintalah badainya
Iman itu salju, cintalah dinginnya
Iman itu sungai, cintalah arusnya
Seperti itulah cinta bekerja ketika kamu harus memenangkan Allah atas dirimu sendiri, atau memenangkan iman atas syahwat. (Anis Matta)
Kirim ke teman