Dari politik melayani masyarakat, menjadi politik memanfaatkan masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat pun dilakukan dengan motivasi untuk mendapatkan dukungan suara. Di sini sudah mulai menyentuh wilayah akidah. Sulit memisahkan antara niat Lillahi Ta’ala dengan niat mencari simpati pemilih. Padahal dalam melakukan suatu amal, Allah tidak menerima niat yang mencampurkan keduanya.
Para anggota dikerahkan menghimpun dana sebanyak-banyaknya, tak peduli dari manapun sumber dana itu didapat: dari koruptorkah, pengusaha judikah, bandar narkobakah. Ambil saja uangnya, lalu konon katanya untuk mendanai dakwah. La hawla wala quwwata illa billah. Kalau pelakunya orang lain, perbuatan itu haram dan kotor. Tapi kalau pelakunya kita, ia menjadi halal. Fiqh apakah ini? Inilah namanya fiqh berdasarkan syahwat. Na’uzubillah.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (At Taubah: 111)
Jadi ini betul-betul sebuah perdagangan yang sangat hebat, hanya kepada Allah, dengan manhaj ilahiyah. Kalau mereka kemudian berjual beli kepada selain Allah, seperti melakukan trik-trik politik yang jauh dari manhaj rabbaniyah, maka sungguh mereka telah menjual murah agama mereka, semurah-murahnya. Padahal ini sudah diingatkan di dalam Quran:
"Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (An Nahl: 95).
gmn nh kbarx???
kykx dah jarang maen FS lg y???hehhehee
kpan liburan????
semangat y smoga cepet kelar kuliahx..amien
Para anggota dikerahkan menghimpun dana sebanyak-banyaknya, tak peduli dari manapun sumber dana itu didapat: dari koruptorkah, pengusaha judikah, bandar narkobakah. Ambil saja uangnya, lalu konon katanya untuk mendanai dakwah. La hawla wala quwwata illa billah. Kalau pelakunya orang lain, perbuatan itu haram dan kotor. Tapi kalau pelakunya kita, ia menjadi halal. Fiqh apakah ini? Inilah namanya fiqh berdasarkan syahwat. Na’uzubillah.
Jadi ini betul-betul sebuah perdagangan yang sangat hebat, hanya kepada Allah, dengan manhaj ilahiyah. Kalau mereka kemudian berjual beli kepada selain Allah, seperti melakukan trik-trik politik yang jauh dari manhaj rabbaniyah, maka sungguh mereka telah menjual murah agama mereka, semurah-murahnya. Padahal ini sudah diingatkan di dalam Quran:
"Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (An Nahl: 95).
ntar WiSuda bareng dunks!????!
Antum maarhalah Skripsi yaaa too...?
na smstr 6nih
gi nunggu ujian bhs(doakan Yaaaachh)(^_^)
Skripsinya dah BAB berapa??!!
Pa BaBlas He.....
Wish U Luck!:)