aku sang pencari keteenangan hidup dari saebuah penomena kasar dunia,sayakuliah di UIN bandung tepatnya IAIN SGD Bandung,saya ber aktivitas d organisasi gerakan yaitu GMP(Gerakan Mahasuswa progresif)dan d lembaga kajian ilmu keislaman(LPIK Bandung)dan jaringan islam kampus(jarik)
Mencintaimu diam-diam
Adalah anugrah terbesar
Memandangmu dari kejauhan
Membuat hatiku damai
Melihatmu tersenyum
Membuat aku bahagia
Walau kau tak pernah anggap aku ada
Namun ku yakin kelak suatu saat kau akan menyadarinya
Ada seorang yang sangat mengharapkanmu
Dari sela-sela lubang kehidupan
Dan selalu menunggu dari titik
Pengahbisan tiba
Merah Putih dalam Puisi A. Mustofa Bisri
15 Agustus 2007 18:03:36
Oleh: Ken Sawitri
Menjadi kelaziman bahwa Merah Putih sebagai Bendera Indonesia selalu berkibar di seluruh pelosok Indonesia pada setiap bulan Agustus. Merah Putih adalah simbol bangsa Indonesia sejak kedatangannya di kepulauan Nusantara 6000 tahun yang lalu (Mohammad Yamin, 1958). Simbol dwiwarna ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia memandang hidup lebih dari sisi ukhrawi daripada duniawi (Sumardjo, 2007). Jadi tidak karena kita buta warna –sebagaimana dituduhkan kaum orientaslis– tetapi karena kita meyakini bahwa aneka warna isi kehidupan ini berasal dari Yang Esa. “Merah” (transenden, berani) berasal dari “Putih” (imanen, suci). Yang plural berasal dari Yang Maha Tunggal.
Gus Mus, demikian A. Mustofa Bisri diakrabi, adalah seorang pemuka masyarakat dan seorang muslim yang sangat takzim terhadap pluralitas. Ketakziman Gus Mus terhadap ‘pluralitas’ adalah pengejawantahan dari ketakzimannya kepada Y
huh...
kan banyak tuh di UIN, perempuan yg hot-hot,huh...
kumaha damang?
irahi jing ngumpul-ngumpl deui? aing geus pengen ngumpl2 euy,he...
piz
Friendster Comment / Friendster Layouts / Lyrics / Myspace Layouts
mEnI jI9a 0R9 siBux SuSaH d CarIe....
kAbAr2I AtH.....
Orkut Comments & Glitters , Myspace Comments
Mencintaimu diam-diam
Adalah anugrah terbesar
Memandangmu dari kejauhan
Membuat hatiku damai
Melihatmu tersenyum
Membuat aku bahagia
Walau kau tak pernah anggap aku ada
Namun ku yakin kelak suatu saat kau akan menyadarinya
Ada seorang yang sangat mengharapkanmu
Dari sela-sela lubang kehidupan
Dan selalu menunggu dari titik
Pengahbisan tiba
Labels: Karya-Dian
15 Agustus 2007 18:03:36
Oleh: Ken Sawitri
Menjadi kelaziman bahwa Merah Putih sebagai Bendera Indonesia selalu berkibar di seluruh pelosok Indonesia pada setiap bulan Agustus. Merah Putih adalah simbol bangsa Indonesia sejak kedatangannya di kepulauan Nusantara 6000 tahun yang lalu (Mohammad Yamin, 1958). Simbol dwiwarna ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia memandang hidup lebih dari sisi ukhrawi daripada duniawi (Sumardjo, 2007). Jadi tidak karena kita buta warna –sebagaimana dituduhkan kaum orientaslis– tetapi karena kita meyakini bahwa aneka warna isi kehidupan ini berasal dari Yang Esa. “Merah” (transenden, berani) berasal dari “Putih” (imanen, suci). Yang plural berasal dari Yang Maha Tunggal.
Gus Mus, demikian A. Mustofa Bisri diakrabi, adalah seorang pemuka masyarakat dan seorang muslim yang sangat takzim terhadap pluralitas. Ketakziman Gus Mus terhadap ‘pluralitas’ adalah pengejawantahan dari ketakzimannya kepada Y