|
cactae.jpg
|
"Winners never quit, quitters never win. People dont fail..they quit!"
More about ERLITA
|
-
Schools (Other):
TK. PTP X, SD. XAVERIUS, SLTPN 9, SMUN 9 B. Lpg, Psychology-UPI YAI Jakarta (P4JM)
-
Occupation:
freelancer
-
Hobbies and Interests:
reading, fencing, movie, traveling, puzzle, persian cat, history, now....HAMA BEADS!!!
-
Favorite Books:
the celestine prophecy trilogy n vision, all bout samurai story, philosophy, psychology, zarathustra, mitch albom, deepak chopra, the godfather, etc.
-
Favorite Movies:
the cutting edge, the patriot, the guardian, you've got mail, Lord of the ring, the last samurai, etc
-
About Me:
Winners never quit, quitters never win. People dont fail..they quit!
-
Who I Want to Meet:
add me at erlita_psy@yahoo.com
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
ERLITA is in your extended network |
 |
ERLITA |
Featured Sponsor
See results for ERLITA FEBRIANTI
|
Btw, semangat ya n sukses dah untuk semua laporan mayor, minor n TA lo!!
dari ponakan yang paing ganteng seduniaaaaaaa...hehehehehehe
Semoga selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Amin ya Rabbal alamin.
Tetaplah berjuang untuk raih bahagia dunia akhirat... \(^o^)/ Semangaaaat!!!
Btw, khusus untuk masalah lemot, saya punya satu pantun:
Memang gaya saya lemot
Terkadang saya suka nyolot
Tak lupa juga saya sering bolot
Tapi kawan,
Saya tetap cinta telur
Otak saya pun tidak mudah tidur
Maupun jalan mundur seperti undur-undur
Hohoho, I made this with a smile. Although many times it sounds maksa dan tak nyambung, I hope this one makes your day brighter ^^
Peduli amat dengan orang sarkastis
Hanya mau membuatmu jadi pesimis
Padahal hidup tak pernah statis
Kita semua harus optimis!
Kini Erlita,
Semoga kalimat berbaris-baris ini bisa buatmu sedikit tersenyum manis
Bagai sedang menikmati kue brownies
Atau makan permen kiss
Tak lupa saya kirimkan untukmu sms berisi doa beserta birthday wishes list
Dan kini kata-kata saya pun sudah habis
Jadi saya akhiri dulu dengan mengucapkan peace!
(Part 5, fin)
Sayangnya saat ini kantung saya masih tipis
Hingga membuat hati meringis
Maka, tak bisa lah saya berikan hadiah ala selebritis
Bila nanti saya sudah terjun ke dunia bisnis
Dan kantung saya tidak lagi tiris
Mari traveling ke berbagai tempat sebagai turis
Kita kunjungi Ngarai Sianok sampai pantai Parang Kritis
Pesan saya untukmu Erlita,
Rajin-rajinlah mandi agar tak kena panu, kurap, dan kudis
Bila tak ada air, basuh saja tanganmu dengan antis
Jauhi pula rokok agat tak kena bronkhitis
(Part 4, to be continued)
Tapi, saya harap dia bukan pemenang Indonesian Idol, Aris
Kata infotainment dia mengasari istrinya dengan sadis
Mungkin dia butuh istri masokis
Apakah nanti dia akan berada di balik teralis?
Tentu hidupnya bisa berubah drastis
Sungguh-sungguh kisah yang tragis
(Part 3, to be continue)
saya ingat kau tak suka kata-kata melankolis
Yang membuat hati semakin teriris-iris
Justru ingin menangis ala Bollywood artist
Maka saya pun berpikir tentang hadiah untukmu secara sporadis
Apa seharusnya kau saya beri hadiah karcis?
Agar bisa menonton di megaria gratis
Sambil mengemil cokelat & chitato cheese
Mungkin dalam gelap kau akan bertemu dengan pemuda pencinta samurai stories
Yang di bawah cahaya tampak necis
Tak lupa ia menawari kesukaanmu, kismis
Dan semua jadi mendadak romantis!
Bagai menikmati matahari sore di cafe Paris
(Part 2, to be continue)
Wahai Erlita,
Terkadang hati saya miris
Bagai luka terkena jeruk nipis
Karena kau sebut saya lemot abis
Ingin rasanya gelar itu saya tangkis
Dengan memberimu hadiah kata-kata puitis
Sebagai bukti saya mampu berpikir kritis
Di ulang tahunmu yang sweet twentyseventis
Walau tak segemulai politis dan aktivis
Yang penting saya tetap exis
(Part 1, to be continued)