|
|
Anne Josephina Maulanasari
Last logged in: 1 week
it's my new kids.... Anne Josephina Maulanasari: serasa denger lagu Cayman Island 02/09/2009
Anne Josephina's Friends
(101)
|
loading...
-
Interested In:
Relationship with Women, Friends
-
Member Since:
Apr 2008
-
Hometown:
Osaka Japan, di sebuah musim semi saat senja
-
Company:
Ouval Research clothing company, meureun
-
Anne Josephina's URL:
http://profiles.friendster.com/67868999
-
Other education:
sd muhammadiyah 4, smp 9, sma pgri 1
-
College/University:
Universitas Padjadjaran Bandung, Attended 2007 - Present, Bachelor's Degree, Sastra Indonesia
-
Occupation:
musisi
-
Affiliations:
Metromine community
-
What I enjoy doing:
bergaul dengan kesunyian dan melihat seribu kunang-kunang
-
Favorite Books:
Seno Gumira Ajidarma, Sapardi Djoko Damono, Hamka. pokoknya buku kumpulan cerpen sama novel dari mereka
-
Favorite Movies:
film sastra, Pokoknya yang pimikireun
-
Favorite Music:
L'Arc~en~ciel, L'Arc~en~ciel, L'Arc~en~ciel, muse, Metromine my band, my side Project band, Stereomantic, Homogenic, Zeke and The Popo, Sondre Lerche, Travis, The Adams, The S.I.G.I.T, Cigarette Nation, Keykuno, naif, mocca, the beatles, catatonia, sixpence none the richer, gitaris metromine, si egis...hahaha, jazz proggressive White shoes and the couples company, radiohead, the cardigans, Arctic Monkey, Franz ferdinand, Malice Mizer............................................................ . ...................................................................... ..............................................................L'Arc~en ~ciel again
-
Favorite TV Shows:
sastra, Laruku concert
-
Zodiac Sign:
Libra
-
About Me:
Suara gelegar petir malam ini membangunkan aku dari lamunanku. Aku benar-benar sendiri di kamar ini, di dunia ini, tidak ada yang mau menemani kesepian panjangku yang mungkin sangat melelahkan. Ya, melelahkan karena hidup di dalam kesunyian itu sungguh tidak enak. Kita sangat terasing di dunia ini dan seperti tak habis-habis mendera kita bagaikan hujan tanpa akhir yang membuat kita terpaku tak bisa kemana-mana.
Aku didera sunyi. Seperti malam gelap yang tak ditemani bintang sehingga malam itu sangat gelap gulita. Aku memang seperti ini, didera kesunyian setiap malam, menjerit menahan semua derita yang terjadi kala siang dan tak ada seorang pun yang mau mendengar aku bercerita. Akhirnya kuputuskan saja untuk menulis dan menulis. Aku menulis hingga berjuta-juta huruf yang dirangkai menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi sebuah paragraf yang mempunyai alur cerita. Aku menulis tentang kesepianku, tentang derita yang berkepanjangan di kala malam menjelang, juga tentang seorang perempuan.
Perempuan? aku memang sendiri, tetapi akhir ini aku sedang mengagumi seorang perempuan yang selalu aku temui di sebuah bis kota yang sesak oleh orang. Ia selalu bertemu denganku di sana pagi hari ketika aku akan memulai aktivitasku. Meski kami tak saling mengenal, namun aku selalu menunggunya setiap kali aku naik bis dan berharap ia akan anik bis juga denganku. Perempuan itu sungguh membuatku merasa berbeda. Belum pernah aku menjadi seperti ini kepada seorang perempuan. mengagumi dari kejauhan saja, dan tentu saja dari jauh karena kau tak mau memulai sebuah hubungan dekat yang akhirnya nanti berujung sebuah perpisahan yang menyakitkan. Aku lebih senang mencintainya dari kejauhan saja dari balik punggungnya.
Aku selalu berjalan beriringan dengannya, namun tak pernah aku berani untuk mengajak bicara kepadanya. Mengapa? Karena jika aku memulai sebuah perkenalan itu, maka suatu saat nanti aku harus berani pula untuk menghilangkannya ketika hubungan itu harus berakhir. Aku tak mau untuk berpisah dengannya. Aku ingin selalu melihatnya, melihat parasnya yang selalu membuatku merinding mengapa aku bisa seperti ini?
Paras yang ayu itu selalu saja menggoda pikiranku yang selalu didera sunyi. Aku sellau meminta malam untuk menemaniku membayangi ajahnya dna berharap agar esok pagi aku akan melihatnya lagi di sebuah bis kota yang penuh oleh orang-orang yang sudah pasti mempunyai kesibukannya masing-masing. Dan aku sangat menunggunya.
You're just too good to be true,
Can't take my eyes off of you,
You'd be like heaven to touch,
I wanna hold you so much,
At long last love has arrived,
And I thank God I'm alive.
You're just too good to be true.
Can't take my eyes off of you.
Pardon the way that I stare,
There's nothing else to compare,
The sight of you leaves me weak,
There are no words left to speak.
But if you feel like I feel,
Please let me know that it's real.
You're just too good to be true.
Can't take my eyes off of you.
I love you baby and if it's quite all right,
I need you baby to warm the lonely nights,
I love you baby, trust in me when I say,
Oh pretty baby, don't bring me down I pray.
Oh pretty baby, now that I've found you stay.
And let me love you baby, let me love..you.
Aku lantunkan lagu kesunyian itu untuk dia seorang di malam yang berselubung hujan dan petir. Untuk sebuah perempuan yang aku namai perempuan senja.
Barangkali memang sebuah permainan ini telah berakhir. Mungkin Tuhan tak mengizinkan aku terlalu jauh menempuh kekosongan karena perempuan itu. Mungkin sudah saatnya aku mengakhiri sebuah permainan yang melelahkan ini dengan sederhana. Entah aku bisa atau tidak untuk melupakannya, yang jelas perlahan aku mulai bisa untuk tidak melihat senja dengan linangan air mata. Mungkin saja dengan cara seperti ini, perempuan senja itu tak lagi mengisi sebuah ketidakpastian salam hatiku yang membuatku terus berpikir dan berpikir tentang dia. Namun apakah aku sanggup? Apakah aku mampu? Apakah aku bisa memalingkan pandanganku dari senja yang berkilauan? Dari senja yang akrab denganku hingga aku bisa mengenal perempuan senja itu. Apakah aku bisa untuk melupakan senyum manis yang mungkin takkan kudapatkan lagi senyuman itu karena senja itu telah menjadi mendung hujan.
Kenyataannya, ia memang menghilang dari kehidupanku setelah senja lambat laun menghilang dan tak pernah kutemui lagi sampai kuputuskan untuk menulis ini. Aku mungkin bisa melupakan dia, tapi sayang sekali aku terlalu merindukannya, aku terlalu memujanya hingga semuanya takbisa lepas dari ingatanku. Aku takbisa melupaknnya bahkan membencinya. Ia teramat lembut untuk diacuhkan dan teramat sulit untuk dilupakan. Jujur saja aku sangat merindukannya. Sangat. Sudah lama aku tak melihatnya semakin besar perasaan ini kepadanya, semakin besar aku merindunya, dan mungkin saja aku mencintainya. Namun sepertinya aku terlalu angkuh untuk akrab dengan cinta.
-
Who I Want to Meet:
PEARL_SABIAN@yahoo.com
Hujandimalamgelap.blogspot.com
FB:aurelleveryday@yahoo.com
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
Anne Josephina is in your extended network |
 |
Anne Josephina |
Featured Sponsor
See results for Anne Josephina Maulanasari
|
geuleuh ash...
cpa ce???
geuleuh ash...
cpa ce???
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
OUT NOW !!! INTRODUCTION ALBUM !!!
info&order:
Riyo (+62 8989905544)
www.myspace.com/anginasyndrome
ea manx akkught na gug tao..
cupa drumer na metropolis jujha!!!
Dah jarang bk FS ne gw.Dah bowcen,hehek..
Skrng gw lbh srng k YM ma FB,dua2ny add d RERENINITATA@YAHOO.COM...
D tnggu y add-ny,:-D