Quh hnYaLah aNk jaLanan yg ramai dLm ksePiaN,
reLawaN kumbanG metroPolitaN,
koRbaN kemunaFikaN,
mnaNtii dLm keresaHan,
sLaLu sePi d keramaiaN,
resaH dLm penantiaN,
menjunjunG tinggi taLi persaudaRaaN,
Biar bgaimana pun guE pnya TUHAN ..
Quh benci kemunafikan
Who I Want to Meet:
Siapa pun km,
psti inGin d cintai,
mncintai,
d percaya n mmprcayai ornG lain,
Tetapi,
ktika sakit hati tiBa,
suLit bgimu untk kmbaLi memaafkn n mmprcayai orng yG mlakukannya.
Bahkn amU mungkin mraSa suLit untuk mmbuka hati n prsaan kpd ornG lain yG tdk tw apa2 .
So,
quh inGin ktmu orng yG tLah mnyakitiQ n quh sakiti,,
cZ quh inGin memaafkn n meminta maAf pdNA,,karna adaNA pnGampunan, d stu bnyak ksih,,,
Dlm ksunyian,,
bgitu bnyak Qtemukn kiasan n warna dLm hati ini
untk Qtuangkan kedaLam bait serta baris2 syair
namun quh sprti tLah bnyak khiLangan kata-kata
hnya sbagian warna yg kdng slalu mlintas d benakQ
tentang,,
"ktika Q brjLn mnyusuri pematang
matahari sudah hmpir trbenam d ufuk barat
yg trsisa hnyaLah sberkas chya lembayung
mnyapa seisi senja yg hnyut d sore hri .."
ia sperti enggan branjak prgi dr peraduanNya,,
seakan-akan ..
"ia slalu ingin mNemani seekor mrPati yg trbang tnggi d awan
brputar n brnyanyi mnyambut hngat sang lembayung .."
Q hnya diam trpaku mnggapai batas ksudahan
yg mmbias d grbang puncak2 langit n mnghampar
mmbuat htiquh smakin rindu akn belaianMu .. Sayang .. !
"Q tk ingin senja itu brlalu .."
"Q tk ingin mrpati ksayanganQ pun trbang jauh mnghilang dr sisi langit n senjaquh,,
nmun, Qtk tw hruz bgaimana ..
Sdngkn krinduan itu tlah pula hinggap d kekelaman masaQ
smentara hti ini slalu n slalu mrindumu ..
Suatu ktika, da seorng anag laki2 brtnya kpd ibuNA. "ibu, mngaPa ibu mnangis?". Ibu mnjawab, "sbab, ibu adaLah seorng wanita, nak". "Q tak mngrti" kata si anag lagi. Ibunyah hnya trsnyum&memeluknya erat.
Pd suatu mLm, ia brmimpi n brtnya kpd TUHAN.
"y Allah, mngapa wanita mudah skali mnangis?"
dlm mimpinya, TUHAN mnjwb.
"saat Qciptakn wanita, Q mmbwtnya mnjadi sngat utama. Qciptakn bahunya, agr mmpu mnahan beban dunia&isinya, wlaupun jg, bahu itu hruz ckup nyaman&lmbut untk mnahan kpala bayi yg sdang trtidur.
Maka, dkatknlah diri kita pd sang ibu kalau bliau msih hdup. Krna d kakinya kita tmukn surga.
Ksih ibu itu sprti lingkaran, tak brawal&tak brakhir.
Ksih ibu itu sll brputar&snantiasa mluas, mnyentuh, stiap orng yg d tmuinya. Mlingkupinya sprti kabut pagi, mnghangatknnya sprti mentari siang, mnyelimutinya sperti bintang mlm.
Quh inGinN taU kau menCintaiquh,
quh inginN kaU tau quh menyayangiMuh,
wLau adanya diriquh oh sayankquh,
memanG jaLan hduP qt berbeda, aquh hanyaLah punK roCk jaLanan,,
namuN saLahkah biLa aquh mencintaimu,
quh tunggu, kau quh tnggu,
quh nanti, kau quh nanti,
wLau smPai akhir hayatquh ini,
aquh hnyaLah insan biasa, yg takkan lah luPuT dr rS cinta,,
namunN saLahkah biLa aquh, mnCintaimuh?!"
Langit kelam diatas kota kecil kelahiranku
dan segumpal awan nampak gelisah meminta kasih
adalah sebuah catatan yang tersimpan begitu abadi di dalam hati
setiap kali datang hari pada sisi alam kerinduanku padamu
sementara.....
raut wajah serta seluruh ingatanku
kini tertambat pada kisah derita panjang
"antara nurani hingga terbiasnya embun-embun pagi..."
sedangkan raga dan jemari mungilku selalu bergetar
bila sembilu itu datang menghampiri gulama hati
.....
aku merasa seperti bagian hampa dari mereka
yang seakan sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa
terkadang...
di pikiran tergelap dan keputusasaanku...
beribu gundah dan pertanyaan saling menjerat segenap tetesan mimpi
"inikah hasil dari semua usaha kita..??"
"hanya sebentang waktu yang terasa mati..??"
bahkan aku berharap tak belajar dari apa yang ada dalam cinta
karena hanya akan membuat diri merasa semakin terkucil
Malam datang perlahan-lahan mengetuk hati
seiring putaran waktu yang terus berjalan tanpa mengenal kasihan
membawa rapuh juga karam semua cerita yang pernah tersusun rapi
pada bait-bait dan baris kalimat yang belum sempat terucap
..........
sementara hujan dan dingin tak begitu ramah menyapa lubuk hatiku
lalu aku coba tapaki kembali jalinan ruang dan waktuku
namun semakin jauh anganku hanyut ...
'semakin menggigil relung hati ini...'
sebab... laraku larut bersama hening suasana sekitar
seakan memaksaku pada batasan tanpa kesudahan dan terus berlanjut
..........
selamat jalan Sayang...
'jangan genangi kepergianku dengan tetesan air mata...'
'jangan kau abaikan kicauan burung-burung camar yang turut berdo'a
mengiringi kepergianmu...'
karena kita hanya bisa berharap dan sesekali tangan terulur memanjatkan do'a
sebab kita semua adalah mahluk ciptaan-Nya...!
biarlah...
"aku disini berdo'a dan akan terus berdo'a
Aku tak tahu harus memulai darimana..!
atau mungkin...
aku akan berfikir dan bermimpi tentang keabadian
walau akhirnya gagal pula untuk kumengerti ;
"Bagaimana sbuah cinta sempurna jadi terkutuk dan terlepas..."
hingga ia tak dapat berkata apa-apa...
.....
sederhana memang...!
"sama sperti saat bumi mengitari matahari...!"
diapun tahu bahwa dirinya sedang berputar dan tak berhenti
bercanda dengan kilau bintang yang enggan berlari kesana-kemari...'
seperti seseorang yang pernah engkau cinta beberapa waktu yang lalu...!
hari ke hari...
"seakan berharap tak pernah ada kebencian hingga menua.."
"lalu mendendangkan lagu dan terbang bersama khayalan senja..."
namun kini..
"kita hanya duduk dan terbuai lara yang menghempas.."
"dan merangkul kalbu yang hanyut dalam kesedihan..."
.....
atau mungkin ceritaku harus kumulai lagi dari laut...!?
sementara...
kalimat-kalimat yang terlantum seperti meniti tepian anak sungai,
suaranya bgaikaN byng2 ksemPurnaaN
Dlm ksunyian,,
bgitu bnyak Qtemukn kiasan n warna dLm hati ini
untk Qtuangkan kedaLam bait serta baris2 syair
namun quh sprti tLah bnyak khiLangan kata-kata
hnya sbagian warna yg kdng slalu mlintas d benakQ
tentang,,
"ktika Q brjLn mnyusuri pematang
matahari sudah hmpir trbenam d ufuk barat
yg trsisa hnyaLah sberkas chya lembayung
mnyapa seisi senja yg hnyut d sore hri .."
ia sperti enggan branjak prgi dr peraduanNya,,
seakan-akan ..
"ia slalu ingin mNemani seekor mrPati yg trbang tnggi d awan
brputar n brnyanyi mnyambut hngat sang lembayung .."
Q hnya diam trpaku mnggapai batas ksudahan
yg mmbias d grbang puncak2 langit n mnghampar
mmbuat htiquh smakin rindu akn belaianMu .. Sayang .. !
"Q tk ingin senja itu brlalu .."
"Q tk ingin mrpati ksayanganQ pun trbang jauh mnghilang dr sisi langit n senjaquh,,
nmun, Qtk tw hruz bgaimana ..
Sdngkn krinduan itu tlah pula hinggap d kekelaman masaQ
smentara hti ini slalu n slalu mrindumu ..
brjaLan seorng pria muda, dg jaket lusuT d pundaknyah ..
D seLa, bi2r tmpak mngering,,
trSeLip sbatang rumpuT liar,
jeLaz mnatap awan brarah,,
wajah murung smakin trlihat, dg langkah kontai tag terarah,,
kringat brcampur debu jaLanan.
EngkaU "sarjana muda" resah mencari kerja, mngandalkn ijazahmu,,
4 th lamanyah brgeluT dg buku, tuk jaminan masa depan,,
langkah kakimu trhnti d sbuah halaman, sbuah jawaban,,
brjaLan lesu engkau mlangkah dr pintu kantor yg d harapkn, trliang tiada lowongan untk krja yg d dambakn,,
tak pduli brusaha lge, nmun kata sama dia dptkn,,
engkau sarjana muda resah tag dpt kerja, tag brguna ijazahmu,,
4th lamanya brgeluT dg buku, sia2 smuanya.
"stelah putuz asa dia bruCap, maaf ibu"..
By: iwan fals
Suatu ktika, da seorng anag laki2 brtnya kpd ibuNA. "ibu, mngaPa ibu mnangis?". Ibu mnjawab, "sbab, ibu adaLah seorng wanita, nak". "Q tak mngrti" kata si anag lagi. Ibunyah hnya trsnyum&memeluknya erat.
Pd suatu mLm, ia brmimpi n brtnya kpd TUHAN.
"y Allah, mngapa wanita mudah skali mnangis?"
dlm mimpinya, TUHAN mnjwb.
"saat Qciptakn wanita, Q mmbwtnya mnjadi sngat utama. Qciptakn bahunya, agr mmpu mnahan beban dunia&isinya, wlaupun jg, bahu itu hruz ckup nyaman&lmbut untk mnahan kpala bayi yg sdang trtidur.
Maka, dkatknlah diri kita pd sang ibu kalau bliau msih hdup. Krna d kakinya kita tmukn surga.
Ksih ibu itu sprti lingkaran, tak brawal&tak brakhir.
Ksih ibu itu sll brputar&snantiasa mluas, mnyentuh, stiap orng yg d tmuinya. Mlingkupinya sprti kabut pagi, mnghangatknnya sprti mentari siang, mnyelimutinya sperti bintang mlm.
waLau dunia seisinyah muznah, tp cinta sjati seorng ibu kpd anagnyah akn tetap aBadi sLamanyah,,
quh inginN kaU tau quh menyayangiMuh,
wLau adanya diriquh oh sayankquh,
memanG jaLan hduP qt berbeda, aquh hanyaLah punK roCk jaLanan,,
namuN saLahkah biLa aquh mencintaimu,
quh tunggu, kau quh tnggu,
quh nanti, kau quh nanti,
wLau smPai akhir hayatquh ini,
aquh hnyaLah insan biasa, yg takkan lah luPuT dr rS cinta,,
namunN saLahkah biLa aquh, mnCintaimuh?!"
Langit kelam diatas kota kecil kelahiranku
dan segumpal awan nampak gelisah meminta kasih
adalah sebuah catatan yang tersimpan begitu abadi di dalam hati
setiap kali datang hari pada sisi alam kerinduanku padamu
sementara.....
raut wajah serta seluruh ingatanku
kini tertambat pada kisah derita panjang
"antara nurani hingga terbiasnya embun-embun pagi..."
sedangkan raga dan jemari mungilku selalu bergetar
bila sembilu itu datang menghampiri gulama hati
.....
aku merasa seperti bagian hampa dari mereka
yang seakan sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa
terkadang...
di pikiran tergelap dan keputusasaanku...
beribu gundah dan pertanyaan saling menjerat segenap tetesan mimpi
"inikah hasil dari semua usaha kita..??"
"hanya sebentang waktu yang terasa mati..??"
bahkan aku berharap tak belajar dari apa yang ada dalam cinta
karena hanya akan membuat diri merasa semakin terkucil
Malam datang perlahan-lahan mengetuk hati
seiring putaran waktu yang terus berjalan tanpa mengenal kasihan
membawa rapuh juga karam semua cerita yang pernah tersusun rapi
pada bait-bait dan baris kalimat yang belum sempat terucap
..........
sementara hujan dan dingin tak begitu ramah menyapa lubuk hatiku
lalu aku coba tapaki kembali jalinan ruang dan waktuku
namun semakin jauh anganku hanyut ...
'semakin menggigil relung hati ini...'
sebab... laraku larut bersama hening suasana sekitar
seakan memaksaku pada batasan tanpa kesudahan dan terus berlanjut
..........
selamat jalan Sayang...
'jangan genangi kepergianku dengan tetesan air mata...'
'jangan kau abaikan kicauan burung-burung camar yang turut berdo'a
mengiringi kepergianmu...'
karena kita hanya bisa berharap dan sesekali tangan terulur memanjatkan do'a
sebab kita semua adalah mahluk ciptaan-Nya...!
biarlah...
"aku disini berdo'a dan akan terus berdo'a
Aku tak tahu harus memulai darimana..!
atau mungkin...
aku akan berfikir dan bermimpi tentang keabadian
walau akhirnya gagal pula untuk kumengerti ;
"Bagaimana sbuah cinta sempurna jadi terkutuk dan terlepas..."
hingga ia tak dapat berkata apa-apa...
.....
sederhana memang...!
"sama sperti saat bumi mengitari matahari...!"
diapun tahu bahwa dirinya sedang berputar dan tak berhenti
bercanda dengan kilau bintang yang enggan berlari kesana-kemari...'
seperti seseorang yang pernah engkau cinta beberapa waktu yang lalu...!
hari ke hari...
"seakan berharap tak pernah ada kebencian hingga menua.."
"lalu mendendangkan lagu dan terbang bersama khayalan senja..."
namun kini..
"kita hanya duduk dan terbuai lara yang menghempas.."
"dan merangkul kalbu yang hanyut dalam kesedihan..."
.....
atau mungkin ceritaku harus kumulai lagi dari laut...!?
sementara...
kalimat-kalimat yang terlantum seperti meniti tepian anak sungai,
suaranya bgaikaN byng2 ksemPurnaaN