|
si boul
|
"14 tahun berkarya, berkarsa, dan berkata"
More about Boul
 |
Messaging Off[Restricted to Boul's friends] |
|
Boul's Blogs
loading...
More About Boul
-
Schools (Other):
best highschool in payakumbuh, pekanbaru, padang, bukittinggi, jakarta, bandung, semarang, magelang, jogja, nganjuk, ponorogo
-
Occupation:
Press
-
Hobbies and Interests:
Journalism, marxism, atheism, politics
-
Favorite Books:
smua judul yang ada di katalog perpustakaan nasional
-
Favorite Movies:
genre non-hollywood
-
Favorite Music:
daus matius ben
-
Favorite TV Shows:
siraman rohani
-
Who I Want to Meet:
informan
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
Boul is in your extended network |
 |
Boul |
|
Testimonials and Comments for Boul
lagian kapan mau belajar mandiri kalo minta ditamparin mulu.. aneh..
Selamat 14, Boulevard!
http://www.boulevard.or.id
http://boulevarditb.blogspot.com
buka
tulis
komentari
oh kalo gitu kita sama2 ditolong boul
biar nggak kedepak oleh selembar
surat DO dong..? saya juga merasakan
hal yang sama, belum lama ini. nafas
juga masih terasa sesak bila
membayangkan masa-masa suram
penentuan nasib itu: bertahan di itb?
atau pindah ke ui?
kira2 siapa lagi yang ditolong Boul?
Inilah Boul baru wahaha
Ditandai dengan pindahnya sekre
dan gantinya pempers
sekarang boul punya Selasar, punya
cewek, dan paling penting, punya SPG.
tapi bukan berarti sombong, tetep minta
restunya dari alumni dan swasta
tapi emang kita punya ideologi dan
kebiasaan hedon baru dot??
boulevard.. sebuah karya, yang tidak
bisa dibilang emas juga (terlepas dari
segala kelebihannya) karena masih
dengan format halaman lama, dan masih
hitam putih (kalo mau dibilang emas,
harusnya bikin majalah : p), namun
dipuji, dipuja, dicela, dan dicari banyak
orang (terbukti laku 700 eks dari 900)..
hingga mendapatkan 'kue manis' dari
pantau.. yang seharusnya diikuti dengan
perkembangan online boulevard.
Sugeng kangge bocah2 tembok hitam!
: )
Dalam artian, semua naskah
dihasilkan dari melamun. Selebihnya,
contek kiri-kanan. Dan begitu
dilarikan ke pasaran -- ya pasar di
dalam kampus -- pembaca emoh
karena sudah mendapatkan informasi
serupa yang lebih baik dan
bertenaga dari media-media
mainstream, yang meliput dengan
prosedur
yang benar dan penggunaan sumber
daya yang wajar.
Ditilik dari sana, Boulevard ITB saya
kira dibuat oleh tenaga-tenaga
redaksi yang cerdik, dan tahu persis
siapa pembacanya. Saya pun jika
jadi mahasiswa ITB, rugi rasanya bila
tak berlangganan tabloid ini.
Lebih beruntung lagi, karena saya
mendapatkan sesuatu yang lebih
inovatif. Ada byline dan firewall di sana,
dua hal yang banyak
dilupakan oleh media-media
mainstream kita.
Selamat buat Ikram dan kawan-kawan.
Baru kali ini saya merasa nikmat
membaca penerbitan kampus, hingga
menghabiskan semua isinya tanpa
kecuali.
Agus Sopian
--- End forwarded message ---