|
glimlachen
|
"Jauh sebelum bangsa Eropa menapak di kepulauan yang sering disebut sebagai "negeri rempah-rempah" ini, nama Hitu, yang..."
More about Amboness
|
More About Amboness
-
Schools (Other):
indische school
-
Occupation:
fisherman,hoodlums,singer etc
-
Hobbies and Interests:
WEED AGRICULTURE
-
Favorite Music:
amboness song, hujan sore2, huhate, goro2ne, sayang kane
-
Favorite TV Shows:
Berita daerah ambon manise
-
About Me:
Jauh sebelum bangsa Eropa menapak di kepulauan yang sering disebut sebagai "negeri rempah-rempah" ini, nama Hitu, yang letaknya di sebelah utara Ambon, sudah sangat akrab di telinga para padagang yang berasal dari Arab, Persia maupun Gujarat. Konon dari pantai kampung inilah para pelaut menunggu dan mempelajari cuaca untuk pelayaran selanjutnya. Dengan begitu, wajar jika di kemudian hari agama Islam berkembang di daerah ini. Para pelaut pemeluk agama Islam itu menyebarkan agamanya melalui pergaulan sosial maupun dagang. Sebagian pula ada yang menetap di daerah makmur ini. Dan Hitu menjadi tempat persinggahan rute kapal dari pesisir Utara Jawa menuju Ternate, dimana keduanya merupakan awal pusat pengaruh agama Islam di Nusantara....
Kedatangan para pedagang itu tidak lain karena magnet "emas hijau" atau cengkeh dan rempah-rempah lain yang begitu melimpah di Kepulauan Maluku. Daya tarik ini pula, di kemudian hari, membawa bangsa Eropa menuju Kepulauan Maluku. Kepopuleran wilayah yang dijuluki "seribu pulau" ini, sempat membuat Kerajaan Spanyol melenyapkannya dari peta untuk merahasiakan letak kepulauan ini dari pelaut-pelaut asing. Maklum, penjelajahan untuk menemukan pulau-pulau baru pada masa itu sedang marak-maraknya.
Negara Eropa pertama yang datang ke Kepulauan Maluku adalah Portugis. Armada yang dipimpin oleh Anthoni d'Abreu itu mendaratkan armadanya di Pulau Banda dan Penyu di tahun 1522. Sebagai basis armada mereka, didirikanlah benteng di Hitu, Mamala dan Pikapoli. Armada Portugis ini tidak datang dengan misi dagang sebagaimana pendahulunya dari jazirah Arab, melainkan juga misi agama dan politik dengan mengekspansi daerah yang dikuasainya. Tentu saja misi terakhir ini menggunakan kekuatan senjata. Sembilan tahun kemudian, bangsa Spanyol juga menginjakkan kakinya. Namun Spanyol tidak lama di Maluku karena mendapat perlawanan dari Portugis.
Sebagaimana Spanyol, kedatangan Portugis di Maluku bukanlah kedatangan yang disambut dengan tangan terbuka. Terutama bagi masyarakat Hitu yang telah memeluk agama Islam. Namun setelah mendepak Spanyol, Portugis telah mengambil hati orang-orang di luar Kampung Hitu terutama kampung-kampung di bagian selatan Pulau Ambon. Dari sinilah mereka diterima terutama oleh masyarakat animisme yang belum tersentuh oleh ajaran Islam. Ajaran Katolik menyebar di daerah Selatan ini. Terdapat tiga kampung di Selatan Ambon yang telah memeluk Kristiani di tahun 1538. Setelah kunjungan Franciscus Xavier tahun 1565, diperkirakan sekitar 10.000 penduduk telah mendapatkan ajaran Katolik. Dan tiga puluh tahun berikutnya, jumlah ini bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Kampung tua yang patut dicatat dari perkembangan Ambon masa lalu di luar Hitu adalah Kampung Tiga dan Batu Merah-dimana pada tahun 1575 Portugis telah membagun pelabuhan yang bernama Nuestra Senhora da Anunciada-yang letaknya sekarang menjadi Kota Ambon.
Kedatangan Belanda di Ambon di penghujung abad 16, mendapatkan perlawanan dari Portugis yang telah berkuasa cukup lama di daerah Selatan. Pada bulan Februari 1605, Belanda kembali ke Ambon. Namun Belanda telah memiliki siasat untuk menang, yakni bersekutu dengan Hitu menyerang Portugis dibawah kendali laksamana Van der Hagen. Kejatuhan Portugis di Anunciada ini menjadi catatan penting karena imbalannya Belanda berhak menjadi pembeli tunggal rempah-rempah di Hitu. Perlu pula diingat, kemenagan Belanda tidak berlangsung dengan ketentraman, karena sepanjang belasan tahun sejak 1577 Inggris telah pula mengusik Belanda di Ambon. Puncaknya, tahun 1623 Belanda mengalahkan Inggris dan membantai mereka secara massal yang kemudian hari dikenal sebagai peristiwa Amboyna Massacre atau pembantaian massal di Ambon.
Sejak Ambon dijadikan pusat VOC (Verenigde Oost indische Compagnie) di tahun 1610, monopoli Belanda terhadap kontrol cengkeh dan pala di semua wilayah Kepulauan Maluku semakin menjadi. Wilayah yang boleh ditanami cengkeh hanya Ambon dan daerah yang dikuasai oleh VOC. Di luar itu, cengkeh harus dibumihanguskan. Hal ini disebabkan pada masa itu Ambon mampu menghasilkan cengkeh melebihi kebutuhan untuk konsumsi dunia. Hingga 200 tahun kemudian, Ambon masih merupakan pusat produksi cengkeh dunia.
Belum puas dengan kekalahannya, Inggris kembali ingin membalas dendamnya dengan Belanda. Pada tahun 1796 terjadi lagi usir-mengusir antara Belanda dan Inggris di Ambon dengan kekalahan di pihak Inggris. Hingga pada tahun 1817 Inggris terpaksa menyerahkan seluruh wilayah kekuasaannya di pulau Maluku ke bawah pemerintahan Belanda sebagaimana yang dihasilkan oleh Konvensi London di tahun itu juga.
Di masa Perang Dunia II, tepatnya 31 Januari 1942, Jepang mendarat di Ambon. Saat itu, Maluku sendiri telah menjadi prioritas bagi strategi Jepang di kawasan Timur. Pada tahun 1944 sekutu menghancurkan bumi Ambon untuk mengusir Jepang.
Di era setelah kemerdekaan, hari jadi Kota Ambon diperingati setiap tanggal 7 September. Tanggal ini menurut penelitian, diambil dari awal kedatangan sekelompok orang yang menempati antara wilayah Gunung Sirimau dan Laut Banda. Konon, kedatangan sekelompok orang itu terjadi pada tahun 1575 dan ditandai dengan berdirinya Benteng Victoria. Perkembang masyarakat itu hingga sekarang menjadi Kota Ambon.
-
Who I Want to Meet:
anyone.NOTICE:Roll ur Own If want to join us!!
amboness1@yahoo.com
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
Amboness is in your extended network |
 |
Amboness |
|
Testimonials and Comments for Amboness
Indonesian = Maluku
Dutch = Molukken
Bulgarian = Molukski
Spanish = Molucas
French = Moluques
Estonian = Maluku Saared
Italian = Molucche
Bosnian = Moluski
Finlandian = Molukit
Danish = Molukkerne
Russian = Molukkskie
Lithuanian = Molukai
Norwegian = Molukkene
Serbian = Moluchka
Polandian = Moluki
Portuguese = Molucas
Slovenian = Moluky
Swedish = Moluckerna
Graphics for Happy Birthday Comments
Friendster Comments / Friendster Layouts / Friendster Comment
Myspace Happy Birthday Comments
Myspace Hello Comments
CLICK HERE FOR FREE GLITTER GRAPHICS AND COMMENTS!
Glitterfy.com - Glitter Graphics