|
logo resmi Komunitas Puisi BungaMatahari
|
"BungaMatahari (BuMa) adalah sebuah komunitas puisi online berbasis mailing list (milis) yang dibentuk 19 April 2000. Sampai..."
More about Bunga Matahari
|
-
Occupation:
penampung kata
-
Hobbies and Interests:
puisi bahasa indonesia tentunya
-
Favorite Books:
Antologi BungaMatahari
-
Zodiac Sign:
Aries
-
About Me:
BungaMatahari (BuMa) adalah sebuah komunitas puisi online berbasis mailing list (milis) yang dibentuk 19 April 2000. Sampai pertengahan Maret 2006, lebih dari 1000 penulis dari berbagai latar belakang, usia dan profesi, tersebar di berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara, terdaftar sebagai anggota BuMa.
BuMa memiliki misi untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia, oleh karena itu puisi yang dimuat seluruhnya berbahasa Indonesia. Diprakarsai oleh Gratiagusti Chananya Rompas dan Danar Pramesti, kini BuMa ikut dijaga oleh beberapa tukang kebun lain yaitu Aloysius Dias Suwasto, Lovelli Ariesti, Festi Noverini, Pugar Restu Julian, Febrianto Yoshi dan Nurman Priatna.
Jika dibandingkan dengan milis-milis puisi lain yang cenderung dipenuhi puisi-puisi "berat", BuMa mempunyai karakter tulisan yang lebih beragam dan segar. Hal ini disebabkan puisi-puisi yang masuk BuMa tidak hanya yang "berat" dan serius, tetapi juga yang "ringan" dan cenderung nyeleneh.
Selain beraktivitas dan berinteraksi di ruang cyber, BuMa juga menggelar pertemuan dan pembacaan puisi secara rutin yang dinamai KebunKata. Sejauh ini, sudah dua belas kali KebunKata diadakan, berpindah-pindah tempat; nulai dari Gedung Dua8, kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Kafe Lokananta, Warung Apresiasi Bulungan, Kafe Buku, kafe Ke:kun, RuangRupa dan toko buku Aksara.
daftarkan dirimu ke milis BuMa lewat bungamatahari-owner@yahoogroups.com dan tunggu kata-kata kunci yang akan dikirim oleh salah satu moderator. Setelah itu, tugas kamu cuma satu: mabuk puisi! :D
Kunjungi www.bungamatahari.org untuk keterangan lebih lanjut.
-
Who I Want to Meet:
kamu yg suka puisi! jadikan BuMa temanmu lewat: bungamatahari@msn.com! :]
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
Bunga Matahari is in your extended network |
 |
Bunga Matahari |
Featured Sponsor
See results for Bunga Matahari Komunitas Puisi
|
dengan kaki yang lekat seret tanah
mengulur kala menghantam
mencium kala menikam
.
.
.
ada saja karat yang terhisap
ketika nafas urung terjerat
menjalar ia dalam luka-luka
membagi diri oleh sisa-sisa jala
.
.
.
kalau saja andai kata seharusnya
maka bisa jadi akan dapat
tapi namun demikian sayangnya
alasan selalu dibuat masuk akal
.
.
.
tali makin menali
bernyanyi bagai dewi
terurai ia layaknya prosa pujangga kasmaran
sebelum akhirnya terkulai sulam hamba Tuhan
.
.
.
oh malam yang membentang
sudikah kau melepas ikatan
antara aku dan keteralpaan
yang mengusik keakuanku hingga fajar tak pantas jelang
lalu mati...
kemanakah surga itu kucari
sementara yang ku cari telah dimiliki
orang lain...
tapi tak adanya gunanya meangis
karena cerita ku dan dia
benar-benar tak dimulai
dan baginya aku hanya
lelaki yang senbagai temannya
hanya satu
tp cukup membuat warna
diantara lintasan warna trafik light
ku pijak lagi gas namun lebih perlahan
hingga tak perlu lagi ku hapus
dan jajanan pinggir jalan pun
menjadi warna lain perjalanku
maaf terlambat mengucapkan ^^;
semoga tahun ini jadi tahun yang menyenangkan untuk BuMa heehehehehehe...
dan hari lahir kita datang lagi
pertanda hidup masih berpihak padamu
berdoalah, karena kita tak tahu
pohon kehidupan itu akan tumbang
entah kapan
NB: Happy Birthday...
dalam keadaan yang tidak bisa dijelaskan
kepala yang terasa berat
cahaya monitor yang memikat
api yang berkilat-kilat
dan sebatang tembakau terakhir yang amat nikmat
cita rasa asli indonesia
perpaduan sempurna dari sejarah yang panjang
kertas, tembakau, dan cengkeh
tanpa filter kawan
tanpa keraguan untuk memperjuangkan hidup
atau kesediaan untuk mencumbu mati
sebab ini adalah batang terakhir
yang kau berikan lima detik lalu
seraya berkata
"real friend share tobacco"
yap, kau temanku
jadi mari sudahi lingkaran setan ini
sebab aku hidup
dan akan mati ketika aroma terakhir kita hirup
oh iya, kalo posting comment tuh kontennya jadi hak siapa sih ?
ga bermaksud lain, cuma penasaran
Merapal pada awan agar hujan kunjung reda
Juga sudinya langit untuk tak lagi menahan kecantikan bulan
Menemani gelap yang sendu, yang merayap kata
'Aku rindu padamu, jadi sengaja aku buat mimpi dari uap yang hendak embun ini'
Aku hendak mengerti, seandainya saja belaian dingin angin tak teresap, seandanya kabut di kaki bukit dapat ku sayat
'Aku letakan cinta dalam sebuah cawan suci, sedangkan cawan itu tersimpan dalam ruang yang pintunya tak bisa kulewati'
Pekat diam, makin legam bagai pandora yang menyimpan kutukan para raja
Menunggu matahari untuk melepas jelaga pagi
'Aku rayakan perbedaan kita dalam segala dengan orkestra rumput dan padang bunga, tapi simpan cinta kita pada benih-benih langit, bumi, dan lautan'
Sorot matamu buta, menyimpan angan seribu matahari, seribu air mata api
'Aku merintih oleh buih, jadi kudekap gita cinta dan kusematkan kita diantaranya'
untuk "N" dan cicha (makasih udah di add)
bandung, kala hujan malam-malam
apinya duka cita tapi cahayanya adalah harapan
menggeliat dalam resah
mendegup dengan terang
terserah apa tafsiranmu mengenai resah dan terang
tapi yang jelas lilin demi lilin akan padam
meninggalkan jejak yang bercorak
kenangan yang benar, kebenaran yang terkenang
sulit untuk dihilangkan tanpa bekas
pengorbanan seorang punggawa
berhalusinasi dalam kobaran salam
bernyanyi menyambut persatuan
kita keilangan rekan, sahabat sesama pejuang
tapi semangatnya kita wariskan
kawan
malam seribu lilin
plaza widya, 18 02 09
tribute to Wisnu
Hanya butuh satu kata...
Senyuman...