|
Baitullah
|
" Abul 'Aliyah r.a berkta: Saya tlah mebaca ayat2 muhkam sepeninggal Nabi sekitar 10th. Tenyata Allah tlah menganugerahkn kpdaku 2 kenikmatn yg saya tak tau mana yg utama, yaitu Allah meberiku hidayah utk menerima Islam & tdk menjadiknku seorg khawarij"
"Siapa yang mengaku cinta kepada Allah? Seorang hamba yang mengetahui bahwa kesempurnaan yang hakiki tiada lain..."
More about Khadafi
|
loading...
-
Schools:
Universitas Dian Nuswantoro, Attended 2002 - Present, Class of 2007
-
Schools (Other):
TK Siti Fatimah, SD Hj. Isriati Baiturrahman SMG, SMPN 9 SMG, SMUN 15 SMG, Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro Semarang
-
Occupation:
Rihlah, Surfing, Reading, Computer & Technology
-
Affiliations:
Al-Ghurabaa', Ahlussunnah Wal Jama'ah, Firqatun Naajiyah, al manhaj shalaful Ummah, al Atsary
-
Hobbies and Interests:
Computer, reading, electronic, moding
-
Favorite Books:
Al-Qur'an first, Al-Hadist, books of sunnah, dan buku apa saja yang bisa bermanfaat dunia dan akhirat
-
Favorite Movies:
-
-
Favorite Music:
-
-
Favorite TV Shows:
-
-
About Me:
Siapa yang mengaku cinta kepada Allah?  Seorang hamba yang mengetahui bahwa kesempurnaan yang hakiki tiada lain kecuali milik Allah dan setiap yang tampak sempurna dari dirinya atau orang lain adalah dari dan karena Allah, maka hal itu akan menuntut keinginan menaati-Nya dan mencintai segala yang mendekatkan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman, Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu" (QS Ali 'Imran [3]: 31).
Ketahuilah, wahai yang dikasihi Allah, bahwa kecintaan hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Adapun kecintaan Allah kepada hamba-Nya adalah limpahan ampunan-Nya kepadanya. 
Wahai Rasulullah Tak terjangkau tinggi pekertimu Tak tergambar indahnya Akhlakmu Tak terbalas segala jasamu Engkaulah Rasul, Rasul Mulia.
Wahai Rasulullah Kami mengkufuri orang-orang yang mendustaimu Kami berpaling dari orang-orang yang melupaimu Kami memusuhi orang-orang yang memusuhimu Dan kami membenci orang-orang yang membencimu Kami amat merindukanmu yaa Rasulullah
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Surat Al-Ahzab, 33 : 21)  Kepada siapa kita harus berittiba' (mengikuti)? Kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kepada Atsar (jejak Salaful Ummah) yang mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai ath-Thaa-ifatul Manshuurah (golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghurabaa' (orang asing). Tentang ath-Thaa-ifatul Manshuurah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Akan terus ada segolongan dari ummatku yang selalu menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolong mereka dan orang yang menyelisihi mereka sampai datang perintah Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.” [HR. Al-Bukhari (no. 3641) dan Muslim (no. 1037 (174)), dari Mu’awiyah] Tentang Ahlul Hadits Imam asy-Syafi’i [14] (wafat th. 204 H) rahimahullah berkata: “Apabila aku melihat seorang ahli hadits, seolah-olah aku melihat seorang dari Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran yang terbaik kepada mereka. Mereka telah menjaga pokok-pokok agama untuk kita dan wajib atas kita berterima kasih atas usaha mereka.” [Siyar A’laamin Nubalaa’ (X/60)] Al-Ghurabaa’ (orang-orang asing) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam awalnya asing, dan kelak akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah bagi al-Ghurabaa' (orang-orang asing).” [HR. Muslim (no. 145) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu] Dan siapakah mereka? “Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang bodoh, orang yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada yang mentaati mereka.” [HR. Ahmad (II/177, 222)] Ibnu Qayyim al Jauziyah Rahimahumullah berkata: "Apabila seorang mukmin menghendaki supaya Allah menganugerahinya bashiroh (ilmu yang mendalam) di dalam agama, pengetahuan akan sunnah Rasul-Nya dan pemahaman akan kitab-Nya dan diperlihatkan hawa nafsu, bid’ah, kesesatan dan jauhnya manusia dari shirathal mustaqim, jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya. Apabila ia menghendaki untuk menempuh jalan ini, maka hendaklah ia persiapkan dirinya untuk dicemooh oleh orang-orang bodoh dan ahlul bid’ah, dicela, dihina dan ditahdzir oleh mereka. Sebagaimana pendahulu mereka melakukannya kepada panutan dan imam kita Shallallahu ‘alaihi wa Salam." Teringat syair Ghurabaa' ini membuat kami tetap bersemangat menapaki hari, berjuang menegakkan sunnatullah, memerangi segala (bid'ah dan kemungkaran), saling memberi cinta saling memberi jiwa dan menerangi jalan kegelapan. Saat syair itu disenandungkan jiwa kami sama seperti jiwa Ghuroba. Wahai Ghurabaa', senandungkan kembali syairmu, perlahan-lahan dengan menundukkan jiwa...
Ghurabaa', kami takkan meletakkan, meletakkan kening, kepada selain Allah Kami rela ia sebagai syiar bagi kehidupan kami Jika engkau bertanya siapakah kami, Kamilah orang yang tak gentar dengan thagut durjana, kamilah tentara Allah, langkah kami langkah kesatriya.
-
Who I Want to Meet:
Kami tak peduli dengan belenggu Terus maju menuju keabadian Kami terus berjihad dan berjuang dan berperang kembali di jalan-Nya Ghurabaa' itulah orang-orang yang merdeka ditengah para budak. Betapa sering kami mengingat masa lalu Disaat umat Islam berbahagia Dengan Kitab Allah yang selalu dibaca Diwaktu pagi dan dikala senja Mengapa orang kafir selalu tidak suka dengan Islam? "Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran" [Al-Baqarah : 109] "Katakanlah, Hai ahli kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan, "Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan" [Ali Imran : 99] Perintah agar selalu berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah
 Dari Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (Sebuah telaga di surga, Pen.).” (HR. Imam Malik). “Barangsiapa yang masih tetap hidup dari kalian sepeninggal aku, maka sungguh dia akan melihat perselisihan yang keras. Oleh sebab itu wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa’ur rasyidin, gigitlah sunnah para khalifah itu dengan gigi gerahammu.” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam kitab As-Sunnah hadits ke 55). Alasan mengapa kita berdakwah? karena Dakwah akan menjadi penghalang turunnya azab ALLAH, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an
 Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa". [QS Al-A'raf: 164]  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. [QS Ali Imran: 110]
"Mereka itulah golongan Allah (hizbullah). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung". (Al-Mujadillah [58]: 22) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Akan terus ada sekelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran hingga datang keputusan Allah sedang mereka dalam keadaan menang.” (Hadits Muttafaq ‘alaihi dari Al Mughirah radliyallahu ‘anhu)
 HAI AHLI BID'AH ! Di tangan kami ada pedang yang sangat tajam dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pedang yang sangat tajam ini dibuat di atas nubuwwah dan risalah, dan tidak dibuat di atas sesuatu yang goyah. Tidak ada seseorang menandingi pedang yang tajam ini dengan mengatakan adanya bid'ah hasanah sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (Kullu bid'atin dholaalah = semua bid'ah adalah sesat). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu & kalangan para ulama yaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Beliau juga menyatakan: "Yang membantah ahli bid'ah adalah mujahid" [Al-Fatawa 4/13]
Ya Allah berilah kami taufiq untuk menjadi orang-orang yang berjihad dan beramal mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Attaubah: 16)
Sesungghnya yang pantas menjadi teman setia kita hanyalah ALLAH, Rasul-NYA dan orang-orang yang beriman Ahlan wa sahlan... Untuk sembarang pertanyaan silakan kirim email atau google-talk ke
Dengar Audio kajian
Dari Jamal bin Fariha beliau berkata:
"jika kamu melihat pada masa kini ada seseorang yang mencintai para ulama di
negeri ini (Saudi) dan negeri lainnya yang berpegang teguh dengan As Sunnah dan
manhaj Salafus Shalih serta berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah
bahwa ia adalah seorang Sunniy." Kata beliau lagi:
“Dan siapa yang mengetahui apa yang dibuang dan ditinggalkan dari ahli bid’ah
dari Sunnah ini dan ia justru berpegang teguh dengannya maka ia pengikut Ahlus
Sunnah wal Jamaah dan ía berhak untuk diikuti (diteladani) dibantu, dan dijaga
bahkan dia termasuk yang dipesankan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam.” (ibid no 107)
Dari Yusuf bin Asbath ia berkata, saya mendengar Sufyan Ats Tsauri berkata:
“Jika kamu mendengar berita bahwa di belahan bumi timur ada seorang Ahli Sunnah
dan di barat ada seorang Ahli Sunnah, kirimkanlah salam buat keduanya dan doakan
kebaikan untuk mereka! Sungguh alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jamaah itu.”
(Ibid) Umar bin Abdul Aziz berkata:
“Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas
dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan
mereka Iebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya.” (Bayan
Fadili Ilmis Salaf 38) Al Ashma’i berkata, Abu Amru bin Al Ala’ berkata kepadaku:
“Wahai Abdul Malik, berhati-hatilah kamu terhadap orang yang mulia jika kamu
menghinanya dan terhadap si pencela jika kamu memuliakannya, serta waspadalah
terhadap orang yang berakal jika kamu menyulitkannya, juga terhadap orang yang
tolol jika kamu bergurau dengannya. Dan berhati-hatilah kamu terhadap orang yang
jahat jika kamu bergaul dengannya dan bukanlah termasuk adab (akhlak yang baik,
ed.) menjawab orang yang tidak menanyaimu atau kamu bertanya pada orang yang
tidak dapat menjawab atau kamu berbicara dengan orang yang tidak mau diam
memperhatikan (ucapan)mu.” (Ibid) Ayyub bin Al Qariyyah berkata:
“Orang yang paling berhak mendapatkan penghormatan ada tiga yaitu ulama, saudara
(sesama Mukmin), dan para penguasa maka siapa yang meremehkan ulama berarti ia
merusak kepribadiannya sendiri dan siapa meremehkan penguasa berarti ia merusak
dunianya dan orang yang berakal itu tidak akan meremehkan siapapun, adapun yang
disebut sebagai orang yang berakal adalah orang yang menjadikan agama itu
sebagai dasar syariatnya dan kesantunan adalah wataknya sedangkan logika yang
baik adalah pembawaannya.” (Jami’ Bayanhl Ilmi Ibnu Abdil Barr 231)
SIFAT-SIFAT HAMBA ALLAH YANG MENDAPAT KEMULIAAN [QS Al-Furqaan:63-77] 



Sesungguhnya hidup itu adalah pilihan "Hidup Mulia atau Mati Syahid"...
|
 |
How you're connected:
| You |
 |
Khadafi is in your extended network |
 |
Khadafi |
|
Banyak kita temui orang yang tergugah hatinya, bangkit kesedihannya hingga berlinang air mata karena mendengar alunan nasyid atau syair! Namun tidak demikian halnya ketika mendengar alunan ayat-ayat Al-Qur’an! Hatinya tidak tersentuh sedikit pun!
Demikianlah melalui musik dan nyanyian ini setan memalingkan anak Adam dari Kalamullah! Setan menebar jarat syubhat kepada manusia, Apa bedanya mendengar musik dengan mendengar suara kicauan burung, hembusan angin, gemersik dedaunan, dan suara-suara alam lainnya?!
Dalam buku ini, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberikan jawaban dan bantahan terhadap syubhat-syubhat semacam itu
Download e-booknya disini
Kumpulan Artikel Seputar Puasa Ramadhan, Tarawih, I'tikaf, Zakat, Ied, dll
Bekal Ramadhan - Syaikh Muhammad Jamil Zainu
Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan - Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Semoga bermanfaat, Barakallahu fiikum.
Daurah yang kelima ini insya Allah akan menghadirkan
beliau, hafizhahumullahu jami’an :
1. Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim Al-Bukhari (Saudi Arabia)
2. Asy-Syaikh ‘Abdullah ibn Shalfiq Azh-Dzufairi (Saudi Arabia)
3. Asy-Syaikh ‘Ali ibn Yahya Al-Haddadi (Saudi Arabia)
4. Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi Azh-Zhafiri (Kuwait)
Tema :
“Jalan Keluar dari Problematika Hidup adalah Kembali kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dengan bimbingan para Ulama”
Daurah insya Allah akan dilaksanakan pada:
Waktu:
Hari Sabtu – Senin, Tanggal 25 – 27 Juli 2009 Pukul 09.00 WIB - selesai
Tempat:
Masjid Agung Manunggal, Bantul, DIY
Download pamflet:
http://www.salafy.or.id/upload/masyayikh2009.jpg
Info lengkap:
http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.p hp?id=1459
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku ( para sahabat ) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya ( tabiu’t tabi’in )” (Hadits Bukhari & Muslim)
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulu nya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )
Penjelasan:
Kalimat “Al-Jama’ah” pada ayat ini artinya adalah berjama’ah (bersama-sama/bersatu padu), karena:
1. Sesuai dengan makna yang diberikan oleh para ahli Tafsir, di antaranya Abdullah bin Mas’ud, ia menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah “Al Jama’ah” (Tafsir Al-Qurthuby:III/159, Tafsir Jaami’ul Bayan:IV/21)
2. Adanya qorinah lafdziyah, yaitu WALA TA
3. Az-Zajjaj berkata: “Kalimat JAMI’AN adalah dibaca nashab, karena menjadi HAAL.“ (Tafsir Zaadul Masir:I/433)
Maka artinya secara berjama’ah dalam berpegang teguh pada tali Allah. (Tafsir Abi Suud:II/66)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu ridho kepada kamu pada tiga perkara dan benci kepada tiga perkara. Adapun (3 perkara) yang menjadikan Allah ridho kepada kamu adalah:
1) Hendaklah kamu memperibadati-Nya dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun,
2) Hendaklah kamu berpegang teguh dengan tali Allah seraya berjama’ah dan janganlah kamu berfirqoh-firqoh,
3) Dan hendaklah kamu senantiasa menasihati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan kepemim pinan kepadanya dalam urusanmu.
Dan Allah membenci kepadamu 3 pe
2) Menghambur-hamburkan harta benda,
3) Banyak bertanya (yang tidak ber faidah).”
(HR Ahmad, Musnad Imam Ahmad dalam Musnad Abu Hurairah, Muslim, Shahih Muslim: II/6. Lafadz Ahmad)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“...maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)
Download file kajian audio
Bantahan Terhadap Orang yang mengatakan Dakwah Salafiyah Keras
Oleh : Al Ustadz Muhammad Umar Assewed
Download disini
Abdurrahman bin Mahdi rahimahullahu berkata:
“Ada 3 golongan yg tidak boleh diambil ilmunya, yakni:
1. Seseorang yg tertuduh dengan kedustaan,
2. Ahlul bid’ah yg mengajak (manusia) kepada kebid’ahannya,
3. seseorang yg dirinya didominasi oleh keraguan serta kesalahan2.”
Al-Imam Malik rahimahullahu berkata:
“Tidak boleh seseorang mengambil ilmu dari 4 jenis manusia & boleh mengambilnya dari selain mereka yaitu:
1. Ilmu tidak diambil dari orang2 bodoh,
2. Tidak diambil dari pengekor hawa nafsu yg menyeru manusia kepada hawa nafsunya,
3. Tidak pula dari seorang pendusta yg biasa berdusta dalam pembicaraan2 manusia meskipun tidak tertuduh berdusta pada hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
4. Tidak pula dari seorang syaikh yg memiliki keutamaan, keshalihan serta ahli ibadah tetapi dia tidak lagi mengetahui apa yg tengah dibicarakannya.”
(An-Nubadz fi ‘Adab Thalabil ‘Ilmi, hal. 22-23)
Faedah Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain tentang palestina
Sebab-sebab datangnya pertoongan Allah -subhanallahu wata’ala-
Silahkan download disini:
http://www.salafishare.com/24HI34JQNANI/M66YBH1.zi p